Mei 17, 2012

Hukum Sholat Dengan Memakai Pakaian Bergambar

Gus Iman | 8:53 AM |

Pertanyaan: Saya mau tanya: Kalau gambar ka'bah dan menara mesjid dan orang orang tawaf yg berukuran 1,5 M x 1,5 Meter di Pajang tepat di depan Imam seolah olah P'a Imam Menyembah Gambar tsb apakah ini di Bolehkan dalam Islam ?
Mohon penjelasan.
Amirullah Daming
( E-mail : ullahdamxxxxx@yahoo.com )

Jawaban dan Penjelasan: ﻢﻴﺣﺮﻟﺍ ﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ﻪﻠﻟﺍ ﻢﺴﺑ

Berikut uraian tentang gambar dalam sholat Diantara kesalahan-kesalahan saat sholat yang biasa kita jumpai di masyarakat, adanya kebiasaan sebagian orang yang memakai pakaian-pakaian yang bergambar, entah gambar makhluk yang memiliki ruh alias nyawa (seperti, manusia, dan hewan), ataukah gambar yang tak memiliki ruh (seperti, gambar pemandangan, mobil, angka, huruf, dan lainnya) yang menarik perhatian.Terkadang kita sholat, di depan kita ada seorang yang memakai baju atau celana bergambar ular naga, tengkorak, salib, mobil, dan lainnya. Ada yang memakai sarung yang memiliki merek dan cap yang nampak dari belakang, sebelah bawah sarung dekat tumit bertuliskan Cap Mangga, Cap Gajah Duduk, dan lainnya sehingga hal ini mengingatkan kita dengan promosi-promosi yang dipajang di pinggir jalan. Ada yang memakai baju sepak bola dalam sholat yang dihiasi dengan sejumlah nama-nama tenar bintang sepak bola beserta nomor punggung mereka yang terkenal, sehingga dalam sholat terpaksa sebagian orang mengingat Maradona, Ronaldo, Roberto Baggio dan lainnya. Ada yang mengenakan pakaian yang berlogo, dan bergambar grup-grup musik beserta musisinya, seperti Nirvana, Guns ‘N Roses, Rolling Stone dan lainnya sehingga memalingkan kita dari mengingat Alloh, oh malah mengingat orang-orang fasiq seperti mereka !! Wal’iyadzu billah min dzalik…

Lebih parah lagi, saat kita melihat pada dinding masjid bagian dalam terdapat gambar, dan foto sebagian tokoh-tokoh. Pada sebagian masjid milik Muhammadiyah -misalnya-, kita akan temukan gambar KH. Ahmad Dahlan, dan tokoh-tokoh mereka. Orang-orang NU juga tak mau kalah; mereka juga memasang gambar KH. Hasyim Asy'ari, atau tokoh lainnya.
Tragisnya lagi, ada pemuda yang melantik dirinya sebagai "aktivis dan da'i Islam" juga turut mengenakan pakaian yang bergambar seorang. Semua ini mengganggu ke-khusyu'-an kita dalam sholat. Jadi, hendaknya seseorang sebelum masuk dalam sholatnya betul-betul memperhatikan pakaiannya; hendaknya membeli, dan memakai pakaian-pakaian yang tak bergambar, sebab ia akan menjadi faktor hilangnya khusyu', bahkan boleh jadi faktor batalnya sholat !!!

Larangan Pakaian yang Bergambar :
Ketika seorang hendak sholat hendaknya ia menyingkirkan pakaian yang memiliki gambar agar ia bisa meraih khusyu' dalam sholat. Perhatikan manusia yang paling bertqwa, dan bersih hatinya,
yaitu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Beliau merasa terganggu sholatnya saat ia melihat gambar yang memiliki tanda atau simbol. A'isyah -rodhiyallohu 'anha- berkata, “Rosululloh Shollallahu 'alaihi wasallam- berdiri melakukan shalat dengan pakaian khamisah yang memiliki tanda, lalu beliau melihat kepada tanda itu. Tatkala beliau telah menyelesaikan shalatnya, beliau bersabda, ﻰَﻟِﺇ ِﺔَﺼْﻴِﻤَﺨْﻟﺍ ِﻩِﺬَﻬِﺑ ﺍْﻮُﺒَﻫْﺫِﺍ
ْﻲِﻧْﻮُﺘْﺋﺍَﻭ َﺔَﻔْﻳَﺬُﺣ ِﻦْﺑ ِﻢْﻬَﺟ ْﻲِﺑَﺃ
ْﻲِﻨْﺘَﻬْﻟَﺃ ﺎَﻬَّﻧِﺈَﻓ َﺔَّﻴِﻧﺎَﺠِﺒْﻧَﺄِﺑ
ْﻲِﺗَﻼَﺻ ْﻲِﻓ ﺎًﻔِﻧﺁ

"Pergilah kalian dengan membawa pakaian khamisah ini ke Abu Jahm bin Khudzaifah dan ambillah pakaian ambijaniyyah untukku. Sesungguhnya pakaian khamisah tadi telah melalaikan aku dalam
shalatku.” [HR.Bukhariy (373), dan Muslim (556)]

Pakaian anbijaniyyah yang diminta Rosululloh -Shollallohu 'alaihi wasallam- adalah pakaian kasar yang tidak memiliki tanda (semacam, cap, logo, simbol, dan lainnya). Berbeda dengan pakaian al-khamishah yang dikembalikan oleh beliau, pakaian ini bertanda.Nampaknya kata “tanda” lebih dalam maknanya daripada kata "gambar". Sebab bila tanda dan cap saja dilarang untuk dipakai, dan dinampakkan di depan orang yang sholat, maka tentunya gambar makhluk bernyawa lebih layak dilarang, karena menjadi sebab terhalanginya malaikat untuk masuk ke tempat atau masjid yang di dalamnya terdapat gambar makhluk bernyawa!! Ath-Thibiy-rohimahulloh- telah berkata,

“Dalam hadits ambijaniyyah: di dalamnya terdapat penjelasan bahwa gambar dan sesuatu yang nampak (mencolok) memiliki pengaruh terhadap hati yang bersih dan jiwa yang suci, terlebih lagi hati yang tak suci”. [Lihat Umdatul Qori (4/94), dan Fathul Bari (1/483)]

Jadi, gambar dan simbol amatlah memberikan pengaruh bagi orang yang memiliki hati yang bersih. Adapun hati yang kotor lagi keras, maka ia tak akan merasakan pengaruh apapun, baik ada gambar atau tidak !! Anas-radhiyallahu ‘anhu- dia berkata, ِﻪِﺑ ْﺕَﺮَﺘَﺳ َﺔَﺸِﺋﺎَﻌِﻟ ٌﻡﺍَﺮِﻗ َﻥﺎَﻛ
ُّﻲِﺒَّﻨﻟﺍ َﻝﺎَﻘَﻓ ﺎَﻬِﺘْﻴَﺑ َﺐِﻧﺎَﺟ
ْﻲِﻄْﻴِﻣَﺃ :َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﻠﻟﺍ ﻰَّﻠَﺻ
ُﻝﺍَﺰَﺗ َﻻ ُﻪَّﻧِﺈَﻓ ﺍَﺬَﻫ ِﻚَﻣﺍَﺮِﻗ ْﻲَّﻨَﻋ
ْﻲِﺗَﻼَﺻ ْﻲِﻓ ُﺽِﺮْﻌَﺗ ُﻩُﺮْﻳِﻭﺎَﺼَﺗ

“Dahulu 'Aisyah memiliki kain gorden, yang dia gunakan untuk menutupi sisi rumahnya. Maka Nabi - Shollallohu 'alaihi wasallam- berkata kepadanya, “Jauhkanlah kain itu dariku, sesungguhnya senantiasa gambar-gambarnya telah mengganggu sholatku.” [HR. Bukhariy (374), dan (5959)]

Hadits Anas menunjukkan tentang dibencinya shalat dengan pakaian yang bergambar. Sisi penunjukannya, sebagaimana yang telah dikatakan oleh Al-Qasthalaniy- rohimahulloh-, “Apabila gambar itu melalaikan orang yang sholat dalam keadaan gambar itu ada di hadapannya, maka terlebih lagi jika orang yang sholat itu memakainya”. [Lihat Irsyad As-Sariy (8/484)]

Perhatian :
Namun jangan dipahami bahwa boleh memakai pakaian yang bergambar manusia atau hewan selama tidak terlihat oleh orang yang sholat atau makmun yang lainnya. Ini tetap haram, sebab memakai atau membuat gambar itu sendiri adalah perbuatan harom sebagaimana akan kami bahas dalam edisi-edisi berikutnya. Al-Imam Al-Bukhoriy membuatkan judul bab bagi hadits A'isyah dengan berkata, “Dibencinya Sholat dalam gambar”. [Lihat Shohih Al-Bukhoriy (10/391)

Al-Imam Al-'Ainiy memberikan komentar atas bab yang ditetapkan oleh Al-Bukhori, dia berkata, "Maksudnya: Ini adalah bab yang menjelaskan tentang dibencinya sholat di rumah yang di dalamnya terdapat pakaian yang bergambar. Jika seperti ini saja (yakni sholat di rumah yang ada gambarnya, -pent.) dibenci, maka dibencinya seorang sholat, sedang ia memakai gambar itu adalah lebih kuat dan lebih keras. [Lihat Umdah Al- Qori (4/74)]

Al-Bukhoriy memberikan bab pada hadits Anas yang lalu seraya berkata, “Jika seorang shalat dengan pakaian yang bersalib atau bergambar, apakah sholatnya rusak?, dan sesuatu yang terlarang”. [Lihat Shohih Al-Bukhoriy (1/484)- Fathul Bari]

Faedah yang bisa diambil dari penjelasan di atas: Sesungguhnya perselisihan yang terjadi tentang sholat orang yang memakai pakaian yang bergambar, Al-Bukhori tidak memastikan batalnya shalat orang yang memakai pakaian yang bergambar; Al-Bukhori minta penjelasan dalam hal itu dengan ucapannya, "Apakah". Ini menunjukkan bahwa dalam hal itu terdapat pendapat menghendaki demikian itu.

Sedangkan jumhur fuqaha berpendapat dibencinya hal itu. Ini ditunjukkan oleh hadits yang diriwayatkan oleh
Sayyidah ‘Aisyah, bahwa dia berkata, ُﺖْﻨُﻜَﻓ , ٌﺓَﺭْﻮُﺻ ِﻪْﻴِﻓ ٌﺏْﻮَﺛ ْﻲِﻟ َﻥﺎَﻛ
ﻰَّﻠَﺻ ﻪﻠﻟﺍ ﻝﻮﺳﺭ َﻥﺎَﻛَﻭ ,ُﻪُﻄُﺴْﺑَﺃ
,ِﻪْﻴَﻟِﺇ ْﻲِّﻠَﺼُﻳ َﻢَّﻠَﺳَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ُﻪﻠﻟﺍ
ُﺖْﻠَﻌَﺠَﻓ .ْﻲِّﻨَﻋ ِﻪْﻳِﺮِّﺧَﺃ :ْﻲِﻟ َﻝﺎَﻘَﻓ
ِﻦْﻴَﺗَﺩﺎَﺳِﻭ ُﻪْﻨِﻣ
“Saya memiliki pakaian yang bergambar, lalu saya membentangkannya dan Rosulullah -Shollallohu 'alaihi wasallam- sholat menghadap kepadanya. Maka beliau berkata kepadaku, “Singkirkan dariku pakaian itu”. Maka pakaian itu saya jadikan dua sarung bantal”. [HR. Muslim (2107), dan An-Nasa'iy (761)]

An-Nawawi-rahimahullah- berkata setelah menyebutkan hadits tersebut, “Adapun pakaian yang bergambar atau ada salibnya atau ada sesuatu yang melalaikan, maka dibenci shalat dengannya atau menghadap kepadanya atau shalat di atasnya disebabkan adanya hadits tersebut”. [Lihat Al-Majmu' Syarh Al-Muhadzdzab (3/180)]

Sebagai penyempurna faedah, dan pelengkap pembahasan ini, akan kita bicarakan secara ringkas tentang Hukum Sholat dengan Membawa Gambar :

Membawa gambar makhluk yang memiliki ruh dalam sholat, pada asalnya adalah harom, walaupun tersimpan dikantong, karena memang gambar seperti itu harom membuat, membawa dan menggunakannya. Imam Malik -rohimahulloh- ditanya tentang cincin yang bergambar, apakah seseorang boleh memakainya dan sholat dengannya? Imam Malik -rohimahulloh- berkata,

“Tidak boleh memakainya dan tidak boleh shalat dengannya”. [Lihat Al-Mudawwanah Al-Kubro (1/182)]

Al-Bahutiy-rohimahulloh- berkata, ” Dibenci bagi orang yang shalat untuk membawa batu mata cincin yang bergambar atau membawa pakaian yang sejenisnya, seperti mata uang dirham atau dinar yang
bergambar”. [Lihat Kasysyaf Al-Qina' (1/432)]

Sebagian ulama yang bermadzhab Hanafi memberikan keringanan (rukhshah) pada seseorang yang sholat dengan membawa mata uang dirham yang bergambar. As-Samarqondiy berkata, "Jika seseorang shalat dengan membawa mata uang yang bergambar seorang raja!! Ini tidak mengapa, karena gambarnya sedikit dan tampak kecil dari pandangan mata". [Lihat 'UyunAl- Masa'il (2/427)]

Betul tidak mengapa, namun tentunya dalam kondisi-kondisi darurat dan hajat amat mendesak kita untuk membawa uang atau KTP/SIM dalam keadaan sholat, misalnya orang yang jauh rumahnya tak mungkin akan kembali ke rumahnya untuk menyimpan gambar itu. Ini perkara berat yang mengharuskan adanya rukhshoh. Adapun orang yang dekat rumahnya, maka hendaknya ia tidak membawa uang atau KTP saat sholat, simpan dulu di rumah, wallohu a'lam.

Hadits-hadits yang lalu tentang larangan tersebut maknanya saling berdekatan.
Terdapat pula penjelasan yang gamblang tentang larangan shalat dengan membawa gambar atau menghadap kepadanya, dikarenakan hal tersebut "akan memalingkan hati dari ke-khusyu'-an yang sempurna dalam shalat dan dari merenungi dzikiri-dzikir serta bacaan-bacaannya, demikian juga tujuan-tujuannya, yaitu terikat dan tunduk kepada Alloh -Ta 'ala- “.

Di dalamnya juga terkandung "Larangan memandang lama kepada sesuatu yang menyibukkan dan menghilangkan ke-khusyu'-anhati, karena Nabi -Shollallohu 'alaihi wasallam- menjadikan makna ini sebagai sebab membuang pakaian khamishah”.[Lihat Syarh Muslim (5/43-44)].

Hukum gambar makhluk bernyawa dalam sholat tetap seperti hukumnya di luar shalat, yakni harom!! Namun tatkala gambar yang ada pada mata uang terhinakan ketika menginfaqkannya dan bermu'amalah sehingga mata uang itu diletakkan di dalam kantong atau dibawa, bukan untuk mengagungkannya, maka kami memandang tidak mengapa seseorang shalat dengan membawa mata uang yang bergambar, jika ada hajat mendesak atau darurat sebagaimana yang telah kami jelaskan dan contohkan, wallohu A'lam.

As-Syaikh Abdul Aziz bin Abdulloh bin Baz -rohimahulloh- ditanya tentang boleh tidaknya sholattdangan memakai jam yang ada salib atau di dalamnyatada gambar binatang? Beliau (Syaikh bin Baz) menjawab, “Jika gambar dalam jam itu tertutup, tidak terlihat, maka tidaklah mengapa hal itu.

Adapun jika gambar itu dapat terlihat dari luar jam atau di dalamnya dapat dilihat tatkala terbuka, maka yang demikian itu tidak boleh!! Karena adanya sabda Nabi -Shollallohu 'alaihi wasallam-,
ﺎَﻬَﺘْﺴَﻤَﻃ َّﻻِﺇ ًﺓَﺭْﻮُﺻ ْﻉَﺪَﺗ َﻻ

“Janganlah engkau membiarkan gambar, kecuali telah engkau lenyapkan".[HR. Muslim (969)]

Demikian juga hukum salib, tidak boleh memakai jam yang memiliki salib, kecuali telah digosok atau telah ditutup dengan cat dan sejenisnya. Sebab adanya riwayat (Al-Bukhoriy (5608)) dari Nabi -Shollallohu
'alaihi wasallam-,
ٌﺐْﻴِﻠْﺼَﺗ ِﻪْﻴِﻓ ﺎًﺌْﻴَﺷ ﻯَﺮَﻳ َﻻ ُﻪَّﻧَﺃ
ُﻪَﻀَﻘَﻧ َّﻻِﺇ
“Sesungguhnya dia tidaklah melihat sesuatu yang memiliki salib, kecuali beliau telah menghancurkan atau mencabutnya”. [Lihat Fatawa Syaikh bin Baaz (1/71)]

Sumber : Singkirkan Pakaian Bergambar, Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 71 Tahun II.
Penerbit :Pustaka Ibnu Abbas.
Alamat : Pesantren Tanwirus Sunnah, Jl. Bonto Te’ne No. 58, Kel. Borong Loe, Kec.Bonto Marannu, Gowa-Sulsel. HP :08124173512 (a/n Ust. Abu Fa’izah) http://almakassari.com/, Dan Keterangan Ust Abu Auzaie. Sumber URL : http://malaysia.salafy.ws/tanya-jawab/

Share

Posted by : Gusari Iman ~ /Muslim. Blog Seputar Hukum-Hukum Islam

Anda sedang membaca artikel tentang: Hukum Sholat Dengan Memakai Pakaian Bergambar Alhamdulillah anda akhirnya menemukan artikel Hukum Sholat Dengan Memakai Pakaian Bergambar ini dengan url " http://ari-alwaikewaki.blogspot.com/2012/05/hukum-sholat-dengan-memakai-pakaian.html Anda boleh menyebar luaskan atau mengcopy pastenya jika artikel Hukum Sholat Dengan Memakai Pakaian Bergambar ini sangat bermanfaat buat Anda dan teman-teman anda, namun jangan lupa untuk mencantumkan sumber atau link Hukum Sholat Dengan Memakai Pakaian Bergambar sebagai sumbernya, (link atau sember asal di akhir artikel ini. Perlu di ketahui bahwa 'Semua artikel yang ada disitus ini kebanyakan ana ambil dari sumber yang lain sebagai bahan baca'an harian ana.' Jangan lupa untuk membaca artikel yang terkait di bawah ini! Syukron atas kunjungannya.

0 Komentar:

Pengikut

LANGGAN ARTIKEL

Masukan Email Sobat di sini untuk berlengganan artikel dari kami, setiap artikel yang di terbitkan dari "Muslim" akan langsung terupdate ke email sobat. :

Delivered by: Muslim


  © Copyright, Muslim by: Gusari Usman, Syukron Atas Kunjungannya!

Back to TOP